VIVAnews - Pemberontak Taliban di Afghanistan mengklaim telah menculik 50 orang polisi di wialyah utara negara itu. Penculikan ini merupakan salah satu kampanye pembunuhan dan intimidasi bagi mereka yang mendukung pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat.
Menurut laporan dari kepala polisi provinsi Kunar, Khalilullah Ziayi, dilansir dari laman Associated Press, Minggu, 27 Maret 2011, militan Taliban menyergap rombongan polisi yang akan ke Kunar pada Sabtu sore.
Ziayi mengatakan bahwa yang diculik kebanyakan adalah polisi baru yang baru saja menyelesaikan latihan mereka di provinsi Nuristan untuk bergabung dengan polisi nasional Afghanistan. Walaupun pihak Taliban mengklaim mereka telah menculik 50 orang, namun Ziayi mengatakan tidak tahu persis jumlah mereka yang diculik.
Sejak dulu, polisi di wilayah Nuristan dan daerah lainnya di Afghanistan telah menjadi incaran para militan. Kebanyakan polisi yang diculik biasanya dibebaskan setelah mereka berjanji tidak akan bekerja sebagai polisi ataupun posisi lainnya di pemerintahan Afghanistan.
Belum diketahui nasib ke 50 polisi yang diculik. Namun menurut Ziayi, nasib mereka akan ditentukan oleh komandan militer Taliban di Afghanistan timur. "Keputusan akan diambil dengan melihat situasi yang berkembang di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, di ibukota Afghanistan, Kabul, juru bicara badan intelijen Afghanistan, Lutfullah Mashal, mengatakan bahwa mereka berhasil menggagalkan pengiriman bahan peledak di provinsi Wardak.
Pada truk yang berhasil disita, ditemukan 10 rompi untuk peledak bunuh diri, 750 kilogram bahan peledak, 648 detonator jarak jauh dan 1.000 meter kabel detonator peledak. "Mereka ingin membuat 500 bom dari bahan-bahan ini," ujar Mashal.
Mashal juga mengatakan bahwa mereka telah berhasil menangkap tujuh militan yang ingin melakukan penyerangan di perayaan tahun baru Afghanistan, 21 Maret lalu. Dia mengatakan bahwa ketujuh orang ini rencananya akan melakukan pengeboman bunuh diri. Mereka adalah anggota jaringan Haqqani, salah satu sempalan al-Qaida.
"Mereka mengincar petugas keamanan, pegawai pemerintah dan warga sipil di Kabul. Untungnya, mereka berhasil ditangkap oleh petugas keamanan, sehingga rencana mereka berhasil digagalkan," ujarnya.
• VIVAnews

0 komentar:
Posting Komentar