VIVAnews - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan radiasi tingkat tinggi di sebuah kota di Fukushima. Kota ini di luar jangkauan radius perintah evakuasi yang dikeluarkan pemerintah Jepang.
Dilansir dari laman CNN, Rabu, 30 Maret 2011, radiasi dengan tingkat yang mengkhawatirkan ditemukan di kota Iitate, yang berjarak 40 kilometer (km) dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi.
Radius evakuasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah 20 km dari PLTN, lebih dari itu diimbau tetap di dalam rumah. Namun, tingkat radiasi temuan IAEA di Iitate sudah melebih kategori wajib evakuasi.
IAEA menyarankan pemerintah Jepang untuk memperluas radius evakuasi. Jika tidak, IAEA mengatakan sebanyak 7.000 penduduk di kota ini berisiko terpapar zat radioaktif.
"Kami telah menyarankan pemerintah Jepang untuk berhati-hati dalam menilai situasi dan mereka mengatakan telah melakukan penilaian tersebut," ujar Denis Flory, wakil direktur jenderal IAEA.
IAEA tidak menjelaskan berapa tingkat radiasi yang ditemukan di kota tersebut. Namun, organisasi Green Peace pada hari Minggu lalu mengatakan radiasi di kota ini 50 kali di atas batas normal.
Walaupun masih di bawah tingkat yang dapat menyebabkan sakit akibat radiasi, paparan itu dapat memberikan dampak jangka panjang bagi warga, di antaranya adalah penyakit kanker.
Greenpeace sejak pekan lalu telah melaporkan temuan mereka kepada pemerintah Jepang dan mengimbau evakuasi warga. Namun, badan nuklir Jepang belum merespons imbauan tersebut. (art)

0 komentar:
Posting Komentar